Jejaring sosial pekerja LinkedIn kini makin social. Fitur baru mention ala Twitter kini telah ditambahkan. Kini LinkedIn justru kian mirip Facebook dan Twitter. Apa tujuan social media professional itu menambahkan fitur tersebut?
Mention adalah fitur yang identik dengan Twitter. Fitur ini melekat di
microblogging tersebut. Jika bicara soal mention mau tak mau kita harus
mengarah ke Twitter. Namun di Facebook, fitur tersebut juga tersedia
meski dengan skema yang berbeda.
LinkedIn beranggapan fitur ini dihadirkan guna memermudah pengguna
lakukan percakapan dengan rekan professional di situsnya. Dengan
demikian pengguna LinkedIn akan lebih mudah dalam melacak percakapan
yang menyebut (mention) dirinya.
Namun fitur ‘sebutan’ ini tak hanya hadir untuk para pengguna saja.
Perusahaan pun bisa di-mention untuk mengarah ke percakapan yang lebih
spesifik. Hanya dengan mengetikkan nama perusahaan atau pengguna,
nantinya user yang di-mention akan menerima notifikasi.
Cara kerjanya pun sama dengan apa yang terjadi di Facebook maupun
Twitter. Cukup mengetik nama depan pengguna, maka menu drop down akan
muncul dan sila memilih username yang dikehendaki untuk di-mention.
Namun demikian LinkedIn membatasi pengguna yang bisa di-mention hanya
sebatas koneksi level pertama atau first-degree. Dengan demikian Anda
hanya bisa me-mention pengguna yang benar-benar Anda kenal atau telah
terhubung.
Fitur mention ini sendiri diterapkan secara bertahap dengan pengguna
bebahasa Inggris yang menjadi prioritas. LinkedIn percaya jika fitur ini
akan bisa meningkatkan tingkat engagement.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar